Avatar - The Legend of Korra
THE ART OF THE ANIMATED SERIES
Windows 8
NOW!! ACTIVATION FOR WINDOWS 8
Windows 7
NOW!! How To Change Version of Windows 7
Stronghold Crusader
Download This Game!! For Free!!
Warcraft III - Defense of the Ancient
Tools DotA | Sever - IP - Zone
Gamscool - LostSaga
Free Download Now!! In Here!!
Bisnis Dengan Income 270rb/hari
Anda percaya ada bisnis hanya dengan 185rb?? | Klik disini!!
Gak punya uang??
Klik disini!! Bisnis yang saya ikuti!! Baca jika anda tidak percaya!!
Membuat Anti Virus Sendiri
Notes :
- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.
- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.
- Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud mempromosikan pihak tertentu.
- Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam artikel sejenis lainnya.
Main#
Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja) fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal (–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat AV yang sudah terinstall bagai ‘Macan Ompong’. Kalau kita membuat AV sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat mau mempelajari sedikit teknik pemograman.Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai komponen-komponen :
1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam artian dia mengenali perilaku ‘umum’ sebuah virus. Heuristic menjadi salah satu contohnya.
2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.
3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk file PE seperti UPX, MeW , dll.
Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (– false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih). Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner itu sendiri. Misal
pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3 out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal. Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll. Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :
* calCrc = CRC32(file_name_and_path)
* calMD5 = MD5(file_name_and_path)
Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376, sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga akan berubah.
Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :
1. Software Visual Basic 6.0
2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0
3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)
First#
Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox, CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :
================= START HERE ====================
Private crcTable(0 To 255) As Long ‘crc32
Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long
‘bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file
Dim lCurPos As Long ‘Current position untuk iterasi proses array bArrayIn
Dim lTemp As Long ‘variabel temp hasil perhitungan
If lLen = 0 Then Exit Function ‘keluar fungsi apabila ukuran file = 0
lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF
For lCurPos = 0 To lLen
lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))
Next lCurPos
CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF
End Function
Private Function BuildTable() As Boolean
Dim i As Long, x As Long, crc As Long
Const Limit = &HEDB88320
For i = 0 To 255
crc = i
For x = 0 To 7
If crc And 1 Then
crc = (((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit
Else
crc = ((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF
End If
Next x
crcTable(i) = crc
Next i
End Function
Private Sub Class_Initialize()
BuildTable
End Sub
================= END HERE ====================
Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :
================= START HERE ====================
Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String
Dim CCrc As New clsCrc ‘bikin objek baru dari class ClsCrc
Dim calCrc As Long
Dim tmp() As Byte ‘array buat file yang dibaca
Private Sub Command1_Click()
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
Text1.Text = HasilCrc ‘tampilkan hasilnya
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
COba anda jalankan program diatas dengan memencet tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka program akan menampilkan CRC32nya.
Second#
Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
- Buka file database
- Ambil isi file baris demi baris
- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file
Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :
- FluBurung.A=ABCDEFGH
- Diary.A=12345678
Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter ‘=’.
Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :
================= START HERE ====================
Public namaVirus As String, CrcVirus As String ‘deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as String ‘deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita
Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean
Dim lineStr As String, tmp() As String ‘variabel penampung untuk isi file
Open namaFileDB For Input As #1 ‘buka file dengan mode input
Do
Line Input #1, lineStr
tmp = Split(lineStr, “=”) ‘pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter ‘=’
namaVirus = tmp(0) ‘masukkan namavirus ke variabel dari array
CrcVirus = tmp(1) ‘masukkan Crcvirus ke variabel dari array
If CrcVirus = Crc Then ‘bila CRC perhitungan cocok/match dengan database
cariDatabase = True ‘kembalikan nilai TRUE
Exit Do ‘keluar dari perulangan
End If
Loop Until EOF(1)
Close #1
End Function
================= END HERE ====================
Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event Command2_Click :
================= START HERE ====================
If Len(App.Path) <= 3 Then ‘bila direktori kita adalah root direktori pathEXE = App.Path Else pathEXE = App.Path & “” End If
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & “DB.txt”) Then ‘bila fungsi bernilai TRUE
MsgBox “Virus ditemukan : ” & namaVirus ‘tampilkan message Box
End If
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus. Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Kesimpulan#
Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam hal engine scannernya.
ARTAV Internet Security 2.5
Update Anti Virus ARTAV
Total : 45 Virus Tambahan
- NET-Worm.Worm32.DoomWot (worm)
- NET-Worm.Worm32.DoomHunter (worm)
- New Heur Level.9 (virus)
- New Heur Level.9 PIF (virus)
- SHORTCUT (script)
- TROJAN-Spy.GhostKeylooger (trojan)
- TROJAN-Spy.AdvancedKeylogger (trojan)
- FakeFirewall (trojan)
- WORM.VBS.NETLOG (worm)
- WORM.VBS.Headtail (worm)
Bila Mempunyai Koneksi Internet Tinggal Klik Update Now Pada ARTAV...,Jika selesai Download Extrak Dan Timpah ARTAVSig.dll dahulu...
Update Anti Virus ARTAV
Artav Internet Security 2.3

Artav antivirus adalah antivirus buatan asli anak negeri. Dan yang paling bikin mengagetkan adalah antivirus ini dibuat oleh ANAK SMP!!! Hebat banget kan? Nama Artav adalah singkatan dari Arrival Taufik Anti Virus. Nama sang pembuat adalah Arrival Dwi Sentosa dan nama kakaknya Taufik Aditya Utama sehingga lahirlah nama Arrival Taufik Anti Virus. Arrival Dwi Sentosa yang biasa dipanggil Ival adalah anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38). Ival sendiri saat ini adalah salah satu siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung.
Download Artav Internet Security 2.3 Disini
Lihat Selengkapnya Klik Disini
ARTAV Internet Security 2.4

Artav antivirus adalah antivirus buatan asli anak negeri. Dan yang paling bikin mengagetkan adalah antivirus ini dibuat oleh ANAK SMP!!! Hebat banget kan? Nama Artav adalah singkatan dari Arrival Taufik Anti Virus. Nama sang pembuat adalah Arrival Dwi Sentosa dan nama kakaknya Taufik Aditya Utama sehingga lahirlah nama Arrival Taufik Anti Virus. Arrival Dwi Sentosa yang biasa dipanggil Ival adalah anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38). Ival sendiri saat ini adalah salah satu siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung.
Download Artav Internet Security 2.4 Disini
Lebih Lengkapnya Klik Disini
Download Antivirus Artav

Artav antivirus adalah antivirus buatan asli anak negeri. Dan yang paling bikin mengagetkan adalah antivirus ini dibuat oleh ANAK SMP!!! Hebat banget kan? Nama Artav adalah singkatan dari Arrival Taufik Anti Virus. Nama sang pembuat adalah Arrival Dwi Sentosa dan nama kakaknya Taufik Aditya Utama sehingga lahirlah nama Arrival Taufik Anti Virus. Arrival Dwi Sentosa yang biasa dipanggil Ival adalah anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38). Ival sendiri saat ini adalah salah satu siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung.
Lebih Lengkapnya Klik Disini
Mencegah Virus Menular Melalui Flashdisk
Dengan penggunaan flashdisk yang sudah umum dimana-mana, menjadi salah satu sebab menjamurnya virus, terutama virus lokal. Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Sampai saat ini, saya sering sekali melihat hampir setiap komputer/laptop teman-teman di perkantoran terkena virus, yang terkadang mereka tidak menyadari. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari. Berikut langkah-langkahnya :
-
Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK
-
Cari Lokasi :
KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer -
Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun
-
Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
-
Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer -
Restart Komputer
Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk.
Download Anti Virus
Download Ad-Aware
Download Antivir Personal
Download Antivir Artav
Download Artav Internet Security 2.5
Download Artav Internet Security 2.4
Download Artav Internet Security 2.3
Download Avast Free Anti Virus
Download AVG Anti-Spyware
Download AVG Free Edition
Download BitDefender Free
Download ClamWin
Download Cloud Anti Virus
Download CWShredder
Download Emsisoft Anti-Malware
Download Hijack This
Download Kaspersky Anti Virus
Download Malwarebytes Anti-Malware
Download McAfee Virus Scan
Download Microsoft Security
Download NOD32 Anti Virus
Download Norton Anti Virus
Download Rootkit Revealer
Download Smadav
Download Spybot Search & Destroy
Download Spyware Terminator
Download Spyware Blaster
Download Super Anti Spyware
Download Windows Defender
Download WinPatrol


Mengaktifkan Show Hidden Files And Folders Yang Tidak Bisa Berfungsi Dikarenakan Komputer Sudah Terinfeksi Virus
1. Buka Start Menu Run
2. Ketikkan Regedit pada kotak Run, kemudian klik OK
3. Buka registry dengan direktori seperti di bawah ini HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL
4. Setelah itu cari key yang bernama CheckedValue dan DefaultValue.
5. Klik dua kali dan berikan nilai satu pada kedua key tersebut.
6. Kemudian buka lagi Folder Options View, pilih “Show hidden files and folders”, klik Apply atau OK.
Membuat Virus Menggunakan Notepad
Membuat Virus Yang Dapat Merestart Windows
Cara Membasmi Virus Yang Paling Ampuh

Virus adalah sesuatu yang tak pernah luput di dunia komputer. Sering kali Virus membuat jengkel para pengguna komputer. Maka dari itu untuk Cara Membasmi Virus Yang Paling Ampuh anda bisa membaca langkah-langkah di bawah ini :
1. Pertama-tama pada saat booting tekan tombol F8.
2. Selanjutnya pilih Safe Mode.
3. Lalu Log In sebagai Administrator.
4. Kemudian klik kanan Properties pada My Computer.
5. Pilih Tab System Restore.
6. Setelah itu beri tanda checklist (√) pada "Turn off System Restore on all drives" dengan asumsi virus tidak akan kembali lagi setelah komputer discan > klik OK.
7. Langkah berikutnya scan komputer anda dengan menggunakan Anti Virus yang sudah update.












